04
Jul
08

Manfaat Qiyamul Lail

Qiyaamul lail akan menciptakan kebahagiaan jiwa dan kedamaian didalam dada.
Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa salam telah menyebutkan di dalam hadits
sahih bahwa seorang hamba yang bangun tengah malam, ingat Alloh, kemudian
mengambil wudhu’ dan melakukan sholat, maka dia akan semakin energik dan
jiwanya tenang.

” Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam ” QS. Adz Dzuriyaat : 17

” Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai ibadah
tambahan bagimu ” QS. Al Israa : 79

Qiyaamul lail akan menghilangkan penyakit dari tubuh. Ini adalah hadits
shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud Radhiyallahu ‘anhu  .

Dalam hadits yang lain disebutkan: ” Sebaik baik hamba adalah pada saat dia
melakukan qiyaamul lail.”

Salah satu waktu ijabahnya doa adalah sepertiga malam terakhir..yang berarti
pada saat kita melakukan qiyaamul lail, sebagaimana hadits berikut :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun
setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu
berfirman ;
barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon,
pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku
akan mengampuninya”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail
7/149-150]

dan biar tambah mantep …niat kita buat mendirikan sholat malam…yuk kita
baca artikel dibawah

Tahajud Penenang Hati
(Oleh : Muhammad Bajuri, Harian Republika, Kamis, 16 Juni 2005)

Allah SWT berfirman, ”Dan pada sebagian malam hari bershalat Tahajudlah
kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat
kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’: 79). Firman Allah ini merupakan
salah satu dasar disyariatkannya shalat Tahajud. Dengan begitu, shalat
Tahajud sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, shalat Tahajud menduduki
posisi kedua setelah shalat wajib. Seorang sahabat bertanya kepada
Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam , ”Shalat yang manakah yang paling
utama setelah shalat wajib?” Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam
menjawab, ”Shalat Tahajud!” (HR Muslim).

Tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Dengan demikian, shalat Tahajud
adalah shalat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur
terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar. Shalat Tahajud yang
dilakukan di tengah malam, di mana kebanyakan manusia terlelap dalam
tidurnya dan berbagai aktivitas hidup berhenti, serta suasana begitu hening,
sunyi, dan tenang, sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan
mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SubhanaHu Wa Ta’ala. Di samping
kondisi eksternal ini, juga terdapat kondisi internal, yaitu sebuah
ketenangan yang dirasakan oleh psikis atau batin manusia yang melakukan
shalat Tahajud.

Ketenangan dan ketenteraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan
shalat Tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam
shalat Tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Ini
sebagaimana firman Allah SubhanaHu Wa Ta’ala, ”(yaitu) Orang-orang yang
beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28).
Sehingga, dalam hal ini terdapat rumusan hukum imbasan atau sebab akibat
(kausalitas). Yakni, bila kita ingin mendapatkan rasa tenang dan tenteram,
maka berdekat-dekatlah kepada Dia Yang Mahatenang dan Mahatenteram, agar
sifat-sifat itu mengimbas kepada kita.

Dengan demikian, shalat Tahajud yang dikerjakan dengan ikhlas akan mampu
mengurangi beban kejiwaan yang sedang menyelimuti seseorang. Allah SubhanaHu
Wa Ta’ala berfirman, ”Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah
(untuk shalat) di malam hari.” (Al-Muzammil: 1-2). Kata berselimut dalam
ayat di atas secara kontekstual dapat diartikan dengan orang yang sedang
dirundung masalah: Kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, atau ketakutan
karena menghadapi berbagai kemungkinan yang menimpanya. Sebab, ayat tadi
turun setelah Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam mulai mendapatkan
olok-olok dan ancaman dari kaum Quraisy.

Shalat Tahajud merupakan kebutuhan dalam menghadapi problem kehidupan.


Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Kalian harus
mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang saleh sebelummu,
jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta
penangkal penyakit dari badan.” (HR Tirmidzi). Wallahu a’lam bish-shawab.

Jadi temans….selamat menggapai malam malam penuh ketenangan …

Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi Ta’ala wa barokatuhu

( dari berbagai sumber )

About these ads

9 Responses to “Manfaat Qiyamul Lail”


  1. Agustus 14, 2011 pukul 3:54 pm

    Perbanyaklah Berqiyamul lail agar kmu mendapatkan ketenangan dalam hidup…amiien….

  2. Januari 13, 2012 pukul 7:16 am

    gmna cara mengistiqomahkan qiyamul lail???

    • 4 razamuh
      Januari 22, 2012 pukul 6:53 am

      afwan baru bales… saya baru sempet buka e-mail…
      yang pertama luruskan dulu niat karena Allah…
      dan yang ke dua bergabunglah dengan orang-orang yang biasa shalat malam…
      ^_^… selamat mencoba… syukron

  3. 5 gusti24
    April 30, 2012 pukul 5:57 am

    Ijin Share lagi gan

  4. 7 Ahmad mursali
    Agustus 15, 2012 pukul 5:04 pm

    Mahasuci Allah dengan segala kasih sayang nya melalui tahajud.

  5. 8 sunandar
    April 27, 2013 pukul 1:18 pm

    tadz…………..bolehkah kita memandang orang yang melakukan qiyamullail itu mempunyai maksud tertentu tentang duniawi ……………….

    • 9 razamuh
      April 29, 2013 pukul 1:37 pm

      Tujuan duniawi yang pada akhirnya ditujukan kembali kepada Allah SWT boleh-boleh saja… sebagai contoh mas Sunandar ingin menjadi kaya, lebih sejahtera dari sekarang, memiliki banyak uang, harta dan lain sebagainya. Pada dasarnya boleh-boleh saja jika pada akhirnya segalanya dikembalikan lagi kepada Allah SWT. misalnya ketika ingin kaya dengan tujuan agar lebih banyak sedekah, menutup pintu kekufuran (sebagaimana semangat sahabat Ali tentang kekayaan), memiliki kekuatan finansial untuk membangun umat dan lain sebagainya. Jika semuanya dikembalikan kepada Allah SWT silahkan tidak apa-apa. Namun akan menjadi tidak bermanfaat manakala hanya sekedar kaya tanpa ada tujuan jelas kepada sang Maha Pencipta. Justru hal tersebut malah akan membawa kita pada perbuatan dosa jika syaithan dengan mudahnya menguasai hati kita. Kanzul mal, takabur dan sikap buruk lainnya. Mari menata hati sebaik mungkin karena Allah SWT. Apapun keadaanya rizki yang Allah berikan, Insya Allah itu adalah rizki yang terbaik. “Lainsyakartumlaazidannakum:Kalau kamu bersyukur, maka akan kami tambah lagi”… Saudarakau mas Sunandar, semoga Allah SWT memberikan mas Sunandar kehidupan yang baik, layak, rizki yang barokah dan harta yang bermanfaat tidak hanya saat ini tapi juga di akhirat nanti… Wallahua’lambishawab… Mohon maaf saya baru sempat membalas pesan ini sekarang… Semangat belajar saudaraku dan mohon do’a bagi saya yang lemah ini… :)… ‘asallahuayajalana minashalihin…. Amin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: